Tentang Kucing | Menurut Islam

by Yudiwijaya

Hampir setiap hari saya berinteraksi dengan mahluk berbulu lucu dan menggemaskan bernama kucing. Ketika tidak ada orang lain, hampir sepenuhnya saya bersama mereka. Kami mengalami komunikasi sebagai hubungan konkret tanpa penyaring. Mereka bercanda dan saya mengerjakan aktivitas saya. Kadang mereka menemani saya disekitar ruangan dimana saya berada. Komunikasi saya dengan mereka berlangsung hampir tak ada jarak, karena memang tak ada bahasa kekuasaan yang mewakili. Ketika saya menuju dapur dan mengambil piring mereka tahu bahwa waktu makan telah tiba. Ketika saya menggelar sejadah untuk sembahyang, mereka diam seakan tahu bahwa saatnya majikannya akan melakukan sesuatu hal yg sakral. Dan ketika saya memadamkan lampu mereka tahu harus dimana mengambil posisi untuk tidur. Saat Pagi tiba mereka mengeong membangunkan saya dan menunggu apakah saya bisa mengeong juga menyapa mereka. Ketika saya pulang kerja mereka mengerubungi saya dan mengibaskan ekornya serta menyentuh kaki saya dengan kepala dan tubuhnya. Komunikasi kami berlangsung lewat tatapan dan kedipan lembut mata, suara atau sentuhan  lembut dari badan mereka yg berbulu langsung tanpa abstraksi ataupun distraksi. Tubuh kami menjadi bahasa itu sendiri. Tubuh kami tidak menyimpan kode-kode kekuatan ataupun identitas yang biasa ditanamkan melalui bahasa. Kekuasaan langsung diperlihatkan melalui taring, cakaran atau bau asam urine yang menyengat untuk menandai wilayah kekuasan mereka. Mereka adalah bagian dari hidup saya dan anda. Mereka adalah contoh dari sikap, sifat, kehangatan, kelembutan, kasih sayang, sensitifitas dan emosi yg akan langsung berefek pada diri kita, itupun kalau diri kita peka dan menyadarinya.

Kucing di ciptakan dalam bentuk yang ideal sesuai dengan lingkungan mereka, mereka perlu bernafas, makan, berburu dan mempertahankan diri agar tetap hidup. Oleh karena itu, mereka harus mengenal dunia mereka, dan membedakan antara musuh dan mangsa mereka. Dengan demikian, mereka memerlukan penglihatan khusus untuk melihat lingkungan mereka. Kucing dapat dengan mudah membedakan warna hijau, biru dan merah. Kelebihan dari mata kucing adalah dapat melihat di malam hari. Kelopak mata kucing terbuka di malam hari, ketika terkena sedikit cahaya lapisan mata yang disebut iris membuat pupil mata membesar hampir 90% sehingga mereka dapat lebih mudah menerima cahaya. Di saat mendapat cahaya yang lebih terang, sistem bekerja berlawanan untuk melindungi retina, pupil mengecil dan berubah menjadi garis tipis. Ada sebuah lapisan yang tidak terdapat pada mata manusia. Lapisan ini berada di belakang retina yang berfungsi sebagai penerima cahaya. Lapisan ini juga lah yang menyebabkan kenapa mata kucing bersinar di malam hari. Lapisan ini disebut Kristal tapetum lucidum atau suatu lapisan tipis seperti tisu yang dapat memantulkan cahaya. Berkat kistal ini, cahaya yang jatuh di belakang mata di pantulkan kembali ke retina. Cahaya yang di pantulkan kembali ke lensa itu yang membuat mata kucing bersinar. Berkat struktur ini, jumlah cahaya yang diterima mata meningkat sehingga kucing bisa melihat lebih baik dalam gelap. Selain kemampuan melihat di malam hari, bola mata kucing juga lebih besar di bandingkan yang dimiliki manusia. Jika bidang penglihatan manusia hanya sampai 160 derajat, kucing dapat dengan mudah mencapai hingga 187 derajat. Dengan karakteristik ini, mereka dapat dengan mudah melihat ancaman yang ada disekitar. Pada mata kucing juga terdapat membran yang disebut Nictitating membrane (membran pelindung). Membran ini transparan dan bergerak dari satu bagian mata ke bagian mata yang lainnya. oleh karena itu kucing dapat mengedipkan mata mereka tanpa harus menutup semuanya. Membran ini juga memungkinkan mata kucing terlindungi ketika berburu. Selain itu, benda-benda lain seperti debu tidak mengenai mata mereka, sehingga mata mereka tetap bersih dan lembab sehingga kucing tidak perlu sering mengedipkan matanya seperti manusia. Mengapa kucing jika jatuh dari tempat yang tinggi selalu mendarat dengan kaki terlebih dahulu. Itu dikarenakan ekor kucing yang dapat merubah pusat gaya tarik tubuhnya menjadi seimbang dan selalu jatuh mendarat dengan kaki.

Bagaimanapun Allah yang Mahakuasa, telah memberikan karakteristik yang mengagumkan seperti mata yang memiliki struktur khusus, ekor untuk penyeimbang gravitasi dan bulu untuk menyesuaikan suhu dan menghangatkan tubuh kucing, Kumis pada kucing dikenal juga sebagai vibrissae yang berfungsi sebagai sebagai radar dan semacam sensor untuk berkomunikasi antar kucing.Penciptaan sistem itu merupakan pelajaran bagi orang – orang yang beriman sebagaimana di sebutkan di dalam Al – Qur’an ;

Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah pengetahuan kita tentang mahluk ciptaan-NYA pada umumnya dan kucing untuk khususnya. Dan sungguh, pada hewan ternak itu terdapat pelajaran bagimu…( QS. An – Nahl 66 ).Disadur dari bebagai Sumber dan Pengalaman.

You may also like

Leave a Comment