Tentang Shalat | Ibadah, Relaksasi Olah Kejiwaan Di Dalam Gerakan Rakaat dan Bacaan Shalat

by Yudiwijaya
Bacaan AI Qur’an atau doa-doa yang lembut akan memberikan vibrasi yang kuat kepada perubahan mental dan mengadung kekuatan penyembuhan (asy syifa’). Bacaan AI Qur’an atau doa yang diucapkan mengandung bunyi potensial yang dapat digunakan untuk mempengaruhi perubahan kesadaran. Hal seperti ini juga terdapat pada setiap kata atau kalimat bacaan shalat yang diulang-ulang. Pengulangan ini memiliki kekuatan untuk mensugesti dan menghipnotis mental yang gelisah dan bingung serta mampu menenggelamkan pikiran ke dalam ketenangan yang luar biasa yang sangat bermanfaat untulk menangkap ilham atau intuisi yang bisa digunakan sebagai petunjuk dalam kehidupan. Nabi Muhammad S.A.W menyarankan, agar di dalam setiap melakukan gerakan shalat kita dianjurkan bersikap rileks (Tuma’ninah) sehingga kita bisa mengistirahatkan tubuh serta dapat mempertemukan tubuh dengan vibrasi hati yang telah diterangi Nur ilahi.
Ketika kita menyebut nama Allah, secara otomatis kesadaran kita akan menembus melampaui alam benda maupun rupa yang memiliki batasan. Begitu seseorang menyebut nama Allah, ia akan langsung menanggalkan batasan-batasan kesadaran rendahnya menuju kesadaran wujud tertinggi dan tak terbatas. Islam memiliki nama-nama Tuhan (asmaul husna) yang mengandung potensi yang dalam, sehingga diperlukan pula pemahaman yang dalam juga atas nama-nama tersebut. Misalkan, begitu kita menyebut nama benda, kesadaran kita langsung kepada sosok benda itu, yang dibatasi oleh wujud dan sifatnya. Penggunaannya memerlukan pemahaman dan pengalaman tingkat tinggi. “Allah” bukan sekedar lafaz yang terdiri dari “alif-lam-lam-ha” tetapi sebuah peta atau alamat yang jelas, yaitu zat yang tidak terbatas atau zat yang Maha Tinggi. Nama Allah bukan mantra, tetapi sebuah arah spiritual yang jelas yang menuntun manusia untuk mencapai keadaan yang tertinggi. Dalam kesempatan kali ini, saya ingin mengajak pembaca untuk bersama-sama mengevaluasi ulang, memahami dan menelaah makna khasiat dari Shalat:


BERDIRI DAN TAKBIRATUL IKHRAM.
Pertama-tama kita harus berusaha dan bisa untuk berkonsentrasi penuh. Berdirilah dengan kedua kaki sejajar, terpisah selebar bahu dengan berat tubuh terbagi rata. Posisi rangka tubuh menggantung, seolah ditahan dari puncak kepala. Kendurkan seluruh persendian, sehingga berat tubuh bertumpu ke bawah dan mengakar melalui kedua kaki. Seperti pohon kelapa yang lentur diterpa oleh angin kencang, akarnya berfungsi sebagai tumpuan batang yang mengikuti gerakan kemanapun angin bertiup.
Biarkan kedua tangan menggantung bebas di kedua sisi tubuh. Berdirilah Hening dan ikhlas, Bernafaslah secara alamiah dan biarkan tubuh mengenali hubungannya dengan bumi. Biarkan beberapa saat sehingga kita benar-benar merasakan persendian tubuh kembali pada tempatnya semula.
Setelah tubuh terasa relaks / kendur dan nyaman, pelan-pelan sadarkan diri, Lepaskan diri kita dari yang bukan hakiki (sebenarnya) agar tidak terombang-ambing oleh pikiran dari luar yang akan mengganggu kita sendiri. Sadari “Aku” adalah yang menguasai perasaan dan pikiran. Jadilah tuan atas diri sendiri. Keluarlah dari tubuh seperti kita melepaskan baju, lalu tinggalkan dan jangan memikirkan semua itu. Karena tubuh mempunyai naluri yang akan bergerak menurut fungsinya masing-masing. Perhatikan pada saat kita tidur, ruh akan meninggalkan tubuh tanpa harus memikirkan bagaimana badan ini nanti. Kenyataannya, instrumen tubuh dapat bekerja menurut yang dikehendaki oleh nalurinya sendiri. begitupun dalam memotivasi serta mengembangkan konsentrasi dalam Shalat. Yang tujuannya untuk mendapatkan Kekhusyukan.


“Aku datang menghadap kepada wujud Zat yang menciptakan langit dan bumi dengan selurus lurusnya dan seikhlas-ikhlasnya. Sebuah perjalanan spiritual yang harus diperhatikan sehingga jiwa kita benar-benar menembus wilayah yang tiada ujung, yang lepas tak terbatas (Takbiratul ihram). Inilah kesadaran tertinggi dalam spiritual shalat (mi’rajul mukminin)”.


Diamlah sejenak sehingga kita merasakan betul pergerakan ruh ini mendesir keluar hingga muncul kesadaran, bahwa ruh adalah sesuatu yang terpisah dengan tubuh. Aku adalah ruh murni yang bersih yang selalu sadar kepada Allah untuk kembali, “innalillahi wainnailaihi rajiuun”. Apabila kita melakukannya dengan tepat, maka ruh itu akan bergerak sendiri tanpa dikendalikan oleh emosi atau pikiran kita, Seperti saat kita akan tertidur tadi. la akan bergerak dengan cepat menuju keadaan yang luas tak terbatas.
Bertakbirlah dengan: ” Allaahu Akbar ” lepaskan ruh sehingga terarah kepada yang Maha Besar, Yang Tak Terbatas, Allah S.W.T. Pertahankan keadaan yang luas dan bebas. Teguhkan, bahwa sang aku adalah Ruh yang berasal dari Tiupan illahi rabb, yang akan menangkap kalam-kalam llahi. Diamlah sejenak agar benar-benar murni dan merasakan getaran yang menyelimuti halus sekali.
Kemudian lakukan doa shalat setelah takbiratul ikhram seperti biasa dengan sikap memasrahkan diri.

“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan “. (Al Fatihah: 5)
Pada saat inilah keadaan roh kita merasa bebas dan luas sekali. Sebuah kenilkmatan yang tiada bandingnya. Lanjutkanlah dengan membaca surat dalam AI Qur’an yang mudah bagi Anda. Bacalah, seolah Anda membacanya dihadapan Sang Pencipta, sambil mengharap agar diturunkan ketenangan dan rahmat Nya.
RUKUKKita sering mengabaikan bahwa gerakan-gerakan shalat hanya gerakan ritualisme saja, sehingga kita hanya berkonsentrasi pada bacaannya dan kemudian cepat-cepat menyelesaikannya. Padahal Keseluruhan gerakan shalat yang salah satunya Rukuk merupakan rukun dari shalat itu sendiri sehingga diperlukan gerakan yang sempurna dan Tuma’ninah. Buanglah pandangan lama seperti itu. Sebenarnya kita melakukan shalat adalah untuk melatih Ruhani dan fisik, sebagaimana orang-orang melatih dirinya dengan meditasi yoga atau yang lainnya, sehingga kita mendapatkan dampak yang baik setelah menjalankan shalat, baik secara kejiwaan maupun jasmani. Karena itu, Rukuklah dengan sempurna. Jika sikap rukuk ini dilaksanakan secara sempurna maka penyakit yang bersumber pada ruas tulang belakang dapat dihindari, seperti nyeri tulang belakang (acute lumbago) dan nyeri bahu (displacement of the cervical colum/humero scapular periarthitis). Sementara itu, jiwa menjadi tenang dan tunduk mengikuti kemauan penciptanya.Sambil mengucapkan takbir: “Allahu Akbar” Rukuklah pada posisi  kedua kaki merapat dan kedua tangan memegang kedua lutut berdampingan. Demikian pula halnya dengan tumit, keduanya sejajar. Kedua lutut diluruskan dan dirapatkan. Dagu diletakkan di atas tulang dada. Selanjutnya, badan dilengkungkan dengan dahi ke arah lutut. Lakukan dengan sikap sempurna sampai kita merasakan ada tarikan otot di belakang lutut. Posisi rukuk ini melenturkan tulang belakang, menggerakkan otot-otot yang kaku serta mengendorkan ruas-ruas tulang belakang agar tulang belakang kembali sesuai dengan anatominya. Sikap ini akan membuat kita berada dalam posisi istirahat. Tulang-tulang kembali pada tempatnya yang tentunya akan menyehatkan tubuh kita. Biarkan beberapa saat sambil membaca doa rukuk dengan ikhlas dan khidmat.Pengulangan kalimat doa ini mengandung vibrasi yang sangat kuat dalam mempengaruhi kejiwaan kita, apabila dilakukan dengan ikhlas, benar dan bersikap meditatif.

Bacalah 3x, Lalu diamlah sampai kita benar-benar merasakan getaran yang terkandung dalam kalimat tersebut, bahwa “Maha Suci Tuhan Yang Maha Agung dan dengan segala pujian bagi Nya”. Keadaan ini akan membuat kita kembali pada titik nol (kosong), seperti alam yang bergerak tanpa kemauan dirinya. Alam hanya bergerak mengikuti nalurinya yang dikendalikan oleh Yang Maha Besar.
I’TIDAL (Sikap pengembalian)Sikap pengembalian dilakukan dengan berdiri kembali setelah melakukan rukuk. Diamlah sebentar dan biarkan tulang-tulang kembali pada posisinya semula. Dengan melakukan gerakan i’tidal agak lama, memberikan kesempatan agar aliran darah dari otak turun kembali ke seluruh tubuh. Pada saat yang sama, secara kejiwaan kita mengatakan bahwa Allah Maha Mendengar orang yang memujinya.

Jika dilakukan dengan benar, bacaan ini sangat mempengaruhi pembacanya. Kita akan merasakan kebebasan dan ketenangan yang luar biasa. jiwa kita seakan diangkat ke langit spiritual yang tak terbatas. Kita menjadi tidak membawa beban apa-apa. Milik Tuhan telah kita kembalikan. Roh kita telah bebas terbang tidak terikat oleh nafsu-nafsu yang mengungkungnya. Rasa memiliki inilah yang membuat kita sering tersiksa serta membuat kita panik dan gelisah. Allah bersabda:
Dengan sikap pengembalian inilah manusia menjadi terbebas dari sensasi perasaan yang berasal dari hati dan sensasi pikiran yang muncul dari otak serta sensasi nafsu yang muncul dari libido (sex) tubuh kita. Kondisi seperti ini menurut ahli psikologi dinamakan sebagai Gate Control Theory, yaitu hilangnya pengaruh sensasi tubuh termasuk rasa sakit, rasa gelisah, rasa sedih, dan rasa capek, karena adanya rangsangan dari dalam diri sendiri yang lebih besar dibandingkan rangsangan dari luar, sehingga menghambat rangsangan dari luar tersebut masuk ke dalam otak. Rangsangan yang lebih besar pada saat seseorang melakukan sikap pengembalian adalah meningkatnya tingkat kesadaran (altered states of consciousness) dimana muncul kesadaran jiwa untuk lepas dari ikatan tubuh. Sikap ini akan terjadi ketika kita mengembalikan kesadaran kita, bahwa segala sesuatu adalah milik Allah. Semakin kesadaran kita tertutup (rendah), maka semakin banyak pula ketersiksaan hati kita. Berdirilah dengan tenang dan biarkan jiwa kernbali pergi ke hadirat Nyadan biarkan suasana itu terasa mantap. Jangan terburu-buru untuk bersujud, Dalam kondisi seperti ini tubuh kita akan secara otomatis menjadi rileks dan santai. Kondisi dimana otak tidak bekerja optimal, seperti pikiran anak kecil yang berpikir tanpa pola dan tanpa persepsi. Yang kita rasakan hanya getaran yang mengalir ke sekujur tubuh yang mengangkat perasaan lepas.


SUJUD
Sujud merupakan puncak dari perjalanan ruhani kita. Pada saat itu, kita lepas dari seluruh ikatan duniawi, lepas dari apa yang kita miliki, dan lepas dari pengakuan-pengakuan diri. Kita adalah hamba yang hanya menerima kuasa Nya, dihidupkan, diberi nafas, di imankan, ditundukkan, digerakkan, ditakwakan, diislamkan, dilembutkan, ditenangkan, diterangkan, dimatikan dan dituntun menuju kehadirat Nya. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Bahwa dari seluruh gerakan shalat, di dalam sujud inilah saat yang paling dekat dengan Allah secara emosional”.
Posisi sujud mempunyai dampak positif baik secara fisik maupun spiritual. Pada saat sujud, seseorang disadarkan bahwa dirinya adalah makhluk yang rendah, makhluk yang lemah. Kemudian diperkuat dengan terapi kalimat yang memiliki getaran transendental yang akan membawa orang semakin masuk ke dalam diri yang bening:
Dalam gerakan sujud, semua otot akan berkontraksi. Akibatnya bukan saja otot-otot akan menjadi besar dan kuat, tetapi juga membuat urat-urat darah seperti pembuluh nadi (arteria) dan pembuluh darah balik (venae), serta urat-urat getah bening (lympha) akan terpijat / terurut, sehingga membuat peredaran darah dan lympha menjadi lancar. Sujud sangat baik untuk membantu pekerjaan jantung dan menghindari mengerutnya dinding-dinding pembuluh darah (arteriosclerosis). Pada saat sujud, darah dikirim ke otak, berkumpul di otak dan mengalirkan kebutuhan oksigen untuk otak. Oksigen ini sangat dibutuhkan otak. Menurut ahli kesehatan, otak membutuhkan 20 persen oksigen dari seluruh oksigen yang masuk ke dalam tubuh. Setelah sujud, terus duduk (iftirasy) atau berdiri kembali sehingga darah turun dari otak kembali lagi ke seluruh tubuh sesuai dengan fisiologi tubuh. Proses sirkulasi darah itu mengangkut darah yang baru untuk memberikan zat pembakar (oksigen) kepada setiap jaringan tubuh.
Lakukan sujud sehingga sempurna. Bagi laki-laki, kedua siku hendaknya agak direnggangkan dari pinggang. Demikian pula, hendaknya direnggangkan jarak antar kedua kaki. Sebaliknya bagi wanita, hendaknya merapatkan antara kedua kakinya. Bagi laki-laki, sebaiknya bersujud dengan perut agak terangkat. Sebaliknya bagi wanita, sebaiknya bersujud dengan agak lebih merapatkan perut dengan pahanya. Untuk kedua telapak tangan, hendaknya diletakkan di atas sejadah (tanah,lantai) sejajar dengan bahu sambil merapatkan atau merenggangkan semua jari-jari tangan. Lalu diamlah sehingga benar benar terasa kita telah berserah total. Ketinggian kesadaran manusia dirasakan setelah ia menyadari bahwa dirinya adalah tubuh yang terbuat dari tanah kemudian akan dikembalikan sebagai tanah asalnya. Ketinggian ruhani manusia adalah di saat ruh pergi kehadirat Nya, sebagai asal muasal sebelum ruh ditiupkan kepada sebongkah tanah yang tidak bisa apa-apa. Inilah puncak kesadaran kita sebagai manusia. Sujud akan menterapi mental kita untuk menjadi manusia yang lebih baik, yaitu manusia yang selalu sadar akan dirinya, “man arafa nafsahu faqad araf rabbahu“, sehingga ia akan selalu bersujud dalam segenap keadaan.


DUDUK IFTIRASY / TAWARRUK
Setelah sujud, kita kembali ke posisi duduk sambil mengucapkan : “Allabu akbar”. Diharapkan
kita dapat mempertahankan posisi jiwa tetap berada di atas, selalu berada dalam keadaan mi’raj dan selalu ada di dalam kesadaran bahwa kita sedang berada dihadapan Nya (ikhsan). Sikap ikhsan ini tidak akan bisa terjadi dengan menciptakan suasana tertentu di dalam pikiran. Ikhsan baru benar-benar bisa terjadi karena adanya kekuatan yang membawa kita pada posisi seperti ini. Kita bukan mengadakan, bukan menciptakan, tetapi rasa ikhsan akan ada begitu saja karena adanya nur ilahi yang memancar kepada jiwa. jadi kita hanya diterangi, dibawa, diperjalankan. Kita bukanlah yang membuat shalat menjadi nyaman, tetapi shalatlah yang menjadikan kita enak dan nyaman.
Duduklah dengan tenang dan berdialoglah dengan Allah melalui perasaan yang ikhlas dengan sebenar-benarnya. Pada saat kita melantunkan kalimat doa katakan juga kepada Allah dalam hati :


” Ya Allah ampuni aku “Diamlah sejenak. Biarkan sampai kita merasakan sesuatu yang mengalir, seolah kita sedang menunggu respons yang membuat dada ini seperti diberi energi yang menyejukkan.

“Ya Allah rahmati aku” lalu diam lagi sejenak, sehingga kita benar-benar bisa membedakan energi yang mengalir antara kalimat doa yang satu dengan yang lainnya. Diamlah sampai ada aliran rasa kasih menelusup ke dalam jiwa.

” Ya Allah Perbaiki aku”Konsentrasilah, diamlah sambil menyampaikan apa yang menjadi persoalan kita. Tunggu keputusan Allah yang akan disampaikan melalui getaran ilham (kalam), atau tuntunan (isymat) yang terkadang disampaikan melalui tanda alam. Apa pun bentuknya, semua petunjuk itu adalah baik dan berguna. Tetapi jangan mengatur kehendak Allah, biarkan Dia yang menuntun dengan kehendakNya yang haqq. Biarkan energi illahi membenahi kekurangan dan kelemahan kita.

” Ya Allah Angkat Derajatku” Mohonlah kepadanya untuk menaikan derajat kita di dunia dan akhirat nanti. Diamlah sejenak agar ketinggian derajat Allah mengangkat martabat kita.

” Ya Allah beri aku jalan mendapatkan rizki” Sampaikanlah hajat kita tentang persoalan rizki dan usaha kita. Bersyukurlah dengan memohon  ke ikhlasan untuk  semua nikmat yang telah di berikan,  karena dengan syukur Allah akan memberimu lebih.

” Ya Allah Pimpinlah aku” Memohonlah kepadaNYA agar selalu di bimbing ke jalan yang benar  dan lurus yaitu jalan iman dan islam.

” Ya Allah Sembuhkanlah aku” Pikirkan bagian tubuh kita yang terasa sakit, lalu sampaikan rasa sakit tersebut sampai kita merasakan ada respons getaran yang mengalir terhadap bagian yang sakit itu. jangan memaksa Allah dalam melakukan penyembuhan terhadap sakit kita, kita diminta untuk berserah diri. kitapun dipersiapkan untuk menerima atas keputusan Allah, sehingga sakit bukan lagi sebagai siksaan tetapi menjadi sarana untuk menyerahkan diri dengan serela-relanya.

“Ya Allah ampuni aku” Haturkanlah permohonan maaf kepada Allah dengan sepenuh jiwa, agar respon maaf dari Allah itu dikirimkan ke dalam jiwa sehingga kita bisa merasakan kelegaan yang luar biasa.

TASYAHUD AWAL DAN AKHIR
Tasyahud merupakan persaksian dan penghormatan seorang hamba kepada Tuhan semesta alam. Saat itu kita sedang berada dihadapan Nya. Perjalanan spiritual kita telah sampai kepada tujuan utamanya yaitu untuk bermusyabadah dan memberi penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Allah. Inilah cita-cita yang paling ditunggu-tunggu oleh orang-orang mukmin, yaitu bertemu langsung dengan Allah. Ingin mengungkapkan dan mengenang kerinduan persaksian ruh di alam azali, di saat Allah berkata: 
Kesadaran ini membuat kita tidak bisa berkata-kata lagi karena begitu besarnya rahmat Allah yang mengalir. Tanpa disadari derai air mata tiba-tiba membasahi pipi, bahkan tubuh kita bergetar di saat mengatakan: “Asyhadu allaailaha illallah waa’syhadu anna muhammadarrasulullahi “. Entah apa lagi yang bisa diucapkan kepada Nya kecuali hanya memberi salam penghormatan yang tinggi dan menitip salam kepada kekasih Allah, Nabi Muhammad SAW yang mulia. Juga menitip salam kepada hamba hamba yang bersanding disisi Nya, yaitu para nabi dan para wali serta Alim Ulama. 


“Ya Allah, seandainya orang-orang tahu, bahwa Engkau selalu menjawab pesoalan-persoalan manusia secara langsung, barang kali mereka akan bolak-balik datang untuk bertanya kepada Mu. Seandainya mereka tahu, bahwa rahmat Mu bisa dirasakan benar-benar ada, langsung ke dalam dada, barang kali mereka akan datang terus menerus tidak kenal waktu untuk meminta Engkau mengisi dadanya dengan ketenangan yang sejuk. Seandainya mereka tahu tentang rahasia ketinggian spiritual shalat, mereka. akan menunggu waktu-waktu shalat dan melakukannya dengan hati yang senang dan gembira.”


Semoga keselamatan, rahmat dan keberkatan Allah untuk semua umat. Sebarkan salam dan kabar gembira ke seluruh penjuru alam agar terjalin hubungan silaturrahmi yang baik dan menjadi dasar perdamaian antar sesama manusia di muka bumi ini. Amin ya allah ya rabb allamin..
Sadarilah bahwa kita sedang bertemu dengan Allah (musyahadah). Sikap ikhsan ini harus dijaga agar  kita selalu mendapatkan getaran iman secara konkrit serta keberkatan Nya. Sampaikan salam penghormatan yang paling tinggi kepada Allah dan tundukkan hati agar keberkatan itu mengalir ke dalam hati kita. Diamlah sejenak dan rasakan respons keberkatan tersebut.
alu Ucapkan Salam dengan melihat kekanan dan kekiri:
Salam kepada orang yang ada di sebelah kanan dan kepada malaikat khafadhoh (Malaikat berada di kanan dan di kiri yang menulis amal baik dan amal buruk) dan salam kedua kepada orang yg disebelah kirinya dan malaikat khafadhoh.
Bertakbirlah ”Allahu Akbar”. Lepaskan ruh kita sehingga terarah kepada Yang Maha Besar, Yang Tak terbatas. Sadarkan bahwa penglihatan dan pendengaran yang kita sandang, pernafasan, denyut jantung, kekuatan diri dan otak yang berfikir, kita seIaraskan dengan kemauan kodrat Ilahi. Lalu membaca Istigfar 3 kali dan Berdoa.
Semoga Shalat kita mendapatkan Ridho dari Allah S.W.T dan menjadikan kita Manusia yang selalu Taffakur, rendah diri dan Bermanfaat. Sekian
Disadur dari berbagai Sumber dan Pengalaman.

You may also like

Leave a Comment