Tentang Wudhu | Relaksasi olah kejiwaan dan Ibadah

by Yudiwijaya

Wudhu sering tidak mendapat perhatian serius dalam peribadatan kita, Sebenarnya itu pengalaman saya pribadi. Maklum, syariat wudhu’ sangat sederhana dan mudah dilakukan. Sekedar membasuh muka, tangan, telinga, mengusap rambut dan membasuh kaki. Apalagi keadaan yang dibasuh seringkali sudah bersih dari najis, sehingga tidaklah terlalu repot membasuh semua bagian tubuh ini. Padahal, wudhu’ adalah ibadah dzikir yang merupakan sarana pembersihan jiwa, yang dimulai dari sisi paling luar (fisik) sampai ke dalam ruhaninya. Dan seperti kita tahu dalam proses Wudhu juga mengandung nilai-nilai kesehatan yaitu terapi air. Mari kita renungkan dan bayangkan sejenak, disaat kita bangun dari tidur dikala waktu sholat subuh telah tiba. Lalu kita mulai mengambil wudhu dengan proses wudhu yang  tentunya telah kita ketahui tata caranya. Rasakanlah pada saat kita mulai mengguyurkan air dan menyentuhkannya pada tubuh kita seperti kepala, muka, tangan, serta kaki dan bagian yang paling mendasar dari tubuh kita seperti, Otot, urat, kulit, darah dan daging yang tadinya di istirahatkan oleh tidur tersentuh oleh air diwaktu subuh yang dingin, pastinya akan memberikan rasa segar dan relaksasi yang jarang kita sadari untuk mensyukurinya. Begitupun halnya disaat kita bekerja yang di mulai dari pagi hari sampai waktu Dzhur (Siang) tiba, dimana pikiran lelah karena dipaksa harus berkonsentrasi pada pekerjaan, tubuh terasa penat, gerah dan panas, pada saat itulah Wudhu akan menyegarkan. Allah yang Maha Penyayang telah memberikan waktu dan tata cara yang tepat untuk umatnya. Dalam berwudhu disamping kita melakukan pengendoran atau relaksasi dengan terapi air, pengendoran ruhani jauh lebih penting. Pengendoran ruhani bisa terjadi hanya dengan penyerahan diri kepada Allah. Dalam berwudhu bisa kita rasakan sentuhan Allah mengalirkan rasa sejuk ke dalam bathin kita melalui air. Semakin kita hadirkan jiwa kita, semakin bening pula rasanya. Getaran halus dapat tiba-tiba mengalir menyelimuti sekujur tubuh, menimbulkan rasa seperti menggigil atau merinding. Lakukanlah sikap ingat kepada Allah ini dalam setiap gerakan dan pembasuhan air pada seluruh anggota tubuh yang dibasuh dalam berwudhu’. Berwudhu akan sangat mempengaruhi perjalanan ruhani dalam shalat. Praktikanlah hal ini dalam setiap gerakan wudhu’ untuk menjaga kesadaran agar jiwa tetap hadir kepada Allah. Insya Allah,  wudhu kita akan memberikan terapi bagi jiwa agar menjadi bersih dan tenang. Dalam kesempatan ini, saya ingin mengajak pembaca untuk bersama-sama mengevaluasi ulang, memahami dan menelaah makna serta khasiat dari Wudhu:

Mulailah dengan mengucapkan “Bismillahirrahmannirrahim” dengan khusyu.Hubungkan jiwa kita kepada Allah dan rasakan bahwa kita sedang melakukan proses pembersihan tubuh dan jiwa, dengan bantuan air pastikan hati tetap tersambung kepada Allah sampai muncul getaran rasa tenang dan sejuk di dada.
Membasuh tanganBasuhlah tangan sambil merasakan aliran air yang segar menyentuh syaraf-syaraf tangan. Air yang mengalir lembut dengan suhu dingin memberikan rasa segar dan menenangkan pikiran, apalagi di saat tubuh terasa penat dan suhu badan meninggi. Rasakan sentuhannya, maka pikiran kita akan bersatu dengan aliran air yang menyebabkan pikiran beristirahat dan relaks. Pijatlah bagian tangan dari lengan sampai jemari, Lakukanlah tiga kali sampai kita benar-benar merasa santai. Dalam suasana seperti inilah saat yang paling tepat untuk mengarahkan jiwa dengan niat mengingat Allah untuk membersihkan diri.
Mencuci mulutMulut adalah organ tubuh yang paling penting untuk dibersihkan. Di tempat inilah segala makanan dikunyah. Sisa-sisa makanan yang tertinggal disela-sela gigi akan merangsang pertumbuhan kuman-kuman yang merusak kesehatan mulut kita. Namun demikian kesehatan mulut saja tidaklah cukup. Yang lebih penting adalah kesehatan ruhani, karena mulut memiliki potensi menyakiti orang lain. Ada pepatah mengatakan “lidah memang tidak bertulang tetapi bahayanya melebihi tajamnya pedang”. Berdzikirlah untuk membersihkan sifat-sifat mulut yang tidak baik. Mohonkan cahaya untuk menerangi kegelapan mulut yang selalu spontan berkata tidak baik.
Mencuci lubang hidungBulu-bulu yang tumbuh di dinding lubang hidung tidak cukup mampu untuk menyaring kotoran kotoran udara yang dikarenakan polusi dan bibit kuman yang ikut berterbangan. Dengan membersihkan sesering mungkin kotoran-kotoran tersebut, hidung akan bersih dan pernafasan kita akan lebih lancar sehingga baik untuk kesehatan paru-paru kita. Menurut Nabi, setan bermalam di lubang hidung. Maka berdzikirlah untuk hidung agar dibersihkan dari hawa yang selalu mengajak kepada perbuatan yang tidak baik. Bersihkan dengan baik dalam berwudhu, karena berwudhu itu bagian dari berdizkir / berdoa.
Mencuci mukaBasuhlah muka dengan mengguyur air di pancuran (air kran). Usaplah seluruh wajah secara perlahan-lahan dan hati- hati dengan kedua tangan sambil memijat lembut. Ulangi tiga kali sampai Anda merasakan muka Anda tidak tegang lagi. Mandi wajah ini harus dilakukan setidak-tidaknya lima kali sehari. Dengan mengikuti perintah shalat lima waktu, semua akan terlaksana. Mandi ini akan membuat wajah selalu segar dan bersih, juga bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah. Di saat kita mengguyurkan air ke muka, rasakanlah kesegaran air sambil berdoa kepada Allah. Basuhlah ruh wajah kita dengan kalimat tayyibah agar muka kita mendapatkan getaran Nur llahi yang akan membuat wajah kita semakin berseri dan lembut.
Mandi tangan dan sikuMandi tangan dan siku bisa dilakukan dengan membenamkan kedua bagian tubuh ini di bak air atau menyiramnya dengan air pancuran sambil menggosok-gosok dan memijat dengan lembut sampai rata. Mandi tangan dan siku ini sangat bermanfaat untuk mengatasi kondisi pembengkakan di daerah tangan lengan dan bahu, disamping akan memulihkan fisik yang kelelahan.
Membasuh kepala dan RambutHal ini baik untuk menurunkan ketegangan-ketegangan pada kepala dan berfungsi juga untuk nenurunkan suhu badan. Basuh dan pijatlah kulit kepala dengan mencengkram (Menjenggut) dan menarik lembut rambut dengan tangan yang sudah di sirami air sampai merata ke seluruh kepala atau sebagian saja. Kita akan merasakan segar kembali sehingga pikiran menjadi jernih.
Mengusap telingaDi saat-saat kita tegang atau marah, kita akan merasakan kedua telinga kita menjadi panas dan memerah. Hal ini akan hilang dan ketegangan akan menurun apabila di usap-usap dengan air. Lebih baik lagi dengan memijatnya, karena di area ini terdapat titik-titik akupunktur. Syaraf-syaraf yang berhubungan dengan organ-organ yang lainnya dapat dibangkitkan sehingga aliran darah yang tersumbat akan kembali lancar. Telinga terdiri dua satuan fungsional yaitu sebagai alat pendengaran dan sebagai bagian dari sistem keseimbangan tubuh. Dengan membersihkan telinga setiap saat akan menghasilkan rasa lebih sensitif terhadap, getaran suara yang ditangkap oleh sel-sel pendengaran yang berbentuk rambut-rambut halus. Bahkan jika dilakukan dengan benar, getaran gelombang pada frekwensi 20.000 Hertz – 30.000 hertz akan tertangkap dengan baik Tetapi hal ini sulit dilakukan jika jiwa tidak tenang, karena frekwensi ini berasal dari gelombang yang paling halus (tinggi). Hanya dengan melatih jiwa berdzikir kepada Allahlah kehalusan rasa kita akan tercapai.
Mandi KakiMandi kaki dilakukan dengan merendamkan atau mengguyurkan air ke seluruh kaki setinggi lutut. Mandi kaki ini dapat melancarkan aliran darah dan berfungsi untuk menguatkan kaki. Mandi kaki juga mempunyai efek menenangkan dan membuat kita tidur lebih nyenyak. Lakukanlah dengan serius sambil membersihkan dan memijat sela-sela jemari kaki dan menyentuhnya dengan lembut ke seluruh bagian tubuh ini dengan sempurna.
Karena air memiliki wujud yang lembut dan menyegarkan, sungguh sangat memungkinkan bila air mampu menterapi mental orang yang sedang stress. Baik dengan mengguyur atau merendam seluruh maupun sebagian anggota tubuh kita. Sudah terbukti, bahwa di seluruh dunia telah banyak yang memanfaatkan air sebagai media perawatan serta obat yang menyembuhkan berbagai macam penyakit yang mereka derita. Tidak mungkin mengirimkan energi melalui otot-otot yang kaku dan terabaikan. Praktek ini sangat menyenangkan bila dilaksanakan dengan santai namun serius. Jadikanlah Wudhu sebagai sarana berkomunikasi yang akrab, santai dan nyaman. Sisihkan waktu yang longgar untuk melatih wudhu yang sebenarnya sehingga kita tidak merasa diburu waktu untuk menyelesaikannya yang akan menyebabkan tidak mungkin tercapainya wudhu yang menyejukkan jiwa. Sekian saja, Semoga Artikel ini menjadi sebuah pengetahuan dan menjadi pelajaran bagi kita semua.Disadur dari berbagai sumber dan pengalaman.

You may also like

Leave a Comment